Udang Goreng saus Mayonaise

Kalo dimsum di may star, suka makan pangsit goreng pake saus mayo. Diicip2 kayanya ketebak nih racikan saus mayonya. Penasaran, langsung coba bikin. Karena mau buat dinner, jadinya dimasak pake udang goreng. Gampang bgt deh bikinnya.

Bahan udang goreng:
200 gr udang jerbung ukuran sedang, kurleb 6 ekor, buang kotoran, belah punggung
1 bawang putih kecil, parut halus
Garam, gula, merica secukupnya
1 putih telur
— campur semua bahan, marinade kurang lebih 1 jam

Bahan saus:
2 sdm mayonaise
1,5 sdm susu kentak manis
1/2 sdt air jeruk lemon
—- aduk rata, sisihkan. Cicip sesuai selera ya untuk manis asemnya.

Bahan tepung:
3 sdm sagu
1 sdt maizena
Garm, merica secukupnya.

Cara:
Balurkan udang yang telah dimarinade dgn campuran tepung.
Goreng dgn minyak panas. Angkat.
Setelah digoreng semua, aduk dgn saus mayonaise.

Jadinya, kaya gini deh:

20110731-124622.jpg

Tadi pas hubby makan, komennya:
“enak. Pas rasanya, uda mirip sm yang di resto furama”

Hih, jadi bingung, gue aja ga pernah ke furama. Katanya pas kecil sering dibawa tantenya kesana, dan sering order udang mayonya. Tersandung aaaawww!!!

Manisan Gandaria

Enaknya tinggal di apartment, kalo bosen tinggal turun, apalagi disini ada foodhall yang buka 24 jam. Bahayanya, kalo laper mata, bisa kalap, kantong pun nangis. Hihihi. Nah, korban lapar mata kali ini, si hijau yang super asem, tapi enak.. Si buah Gandaria. Dulu di Palembang sering dikasih sama temennya mama, dimakan pake garam cabe. Nikmatttt. Btw, tumben yah supermarket selevel Foodhall bisa masukin buah gandaria? Tapi ya itu, mungkin di pasar 13ribu perak bisa dapet 2 kg gandaria, disana cuma dpt 300 gr sajah.

20110730-121929.jpg

Daripada kebuang, jadilah manisa gandaria ini. Ternyata gampang loh bikinnya.

Bahan:
300 gr gandaria
100 ml air
200 gr gula pasir
Sedikit kapur sirih
Garam secukupnya

Cara:
Gandaria dicuci, belah dua, buang biji.
Rendam dengan air kapur sirih 30 menit. Cuci bersih.
Rendam gandaria dengan air garam semalaman, kurang lebih 6 jam. Tiriskan.
Masak air dan gula sampai mendidih.
Setelah air gula dingin, masukkan gandaria. Simpan dalam kulkas sampai gula menyerap.

Hasilnya, tadaaaaa!!!

20110730-124214.jpg

Rawon Buntut

Lagi jalan ke foodhall, ngeliat buntut kecil2, yang bagian ujung buntut, langsung tergoda buat beli. Paling suka buntut bagian ujung soalnya ga terlalu banyak lemaknya. Setelah beli bingung mau dimasak apa, trus inget masih ada sisa keluak bikin soto daging. Ya wis dibikin rawon aja yuk!

20110730-102455.jpg

Bahan:
350 gr buntut
500 ml air
3 batang serai, ambil bagian putih, geprak
3 daun jeruk, buang tulang
1 cm lengkuas, geprak
2 batang daun bawang, potong 1 cm

Bumbu, haluskan:
6 bawang merah
3 bawang putih
1 cm jahe
2 cm kunyit, bakar
2 buah keluak
1/2 sdt ketumbar, sangrai

Pelengkap:
Toge pendek
Kerupuk udang
Sambal terasi*
Bawang goreng

Cara:
Rebus buntut sampai stengah empuk. (Tips: buang air rebusan pertama)
Tumis bumbu halus, daun jeruk, lengkuas dan serai sampai harum.
Masukkan tumisan bumbu dan potongan daun bawang ke dalam rebusan buntut.
Masak sampai buntut empuk. Sajikan bersama pelengkap.

*) sambal terasi: cabe merah/rawit digoreng. Haluskan dgn terasi, garam dan gula pasir.

Copyright

do you care? Do you mind?

Pagi ini pas di perjalanan ke kantor suami, iseng google resep “tekwan” dan akhirnya sampai di satu blog. Gue baca, kok fotonya familiar sekali, bahasanya juga. Ternyata itu resep gue pernah post di salah satu web bersama dengan ibu2 gaul dr segala penjuru dunia.

Akhirnya gue kena juga sama masalah curi mencuri resep dan foto. Kesel deh! Bukannya sok terkenal atau sok hebat, tapi ini kan masalah menghargai hasil kerja orang kan ya? Gue pribadi, kalo misalnya gue ambil resep dimana, pasti gue tulis sumbernya, dan ga pernah tuh copy foto orang. Soalnya buat motoin makanan itu udah another effort dari yg masak. Biasa makan tinggal dihidangkan gitu aja, karena mau buat di foto mau ga mau presentasi kan lebih diperhatiin. Ya ga?

Ya, gue ngerti internet itu hal yang umum, dan semua orang bisa pake, tapi plis deh ah, hargain dong karya orang lain.

Kapok ga gue buat post resep? Engga sih, karena gue anggep sharing resep itu sama aja berbagi ilmu ke orang. Mau resepnya enak atau engga, kan yang penting sudah berniat baik. Tapi yang pasti lain kali fotonya bakal gue watermark kaya para food bloggers yang lain.

Happy stealing, peeps. Eh?

Life without internet

Can you? I don’t think I can.

Sudah berapa hari internet di apartment ga bisa dipake. Oh lala, sungguh menyiksa buat pengangguran kaya gue ini.

*sudden heart attack*
Suami tiba2 ribut laper, padahal gue sendiri barusan selesai cuci piring yang tadi dipake buat dinner. Dibuat dr apa yah perut suamiku? Malem ini udah makan nasi putih pake tahu balado, bakwan jagung, bening bayem jagung. Gimana mau diet gendutku?

Ok, back to soal internet tadi. Gue jadi cuma bisa browsing pake iPad atau blackberry. Ga bisa upload resep karena ga bisa transfer foto ke iPad dari kamera, padahal sudah ada bbrp resep siap tayang.

Gue ga bisa browsing yang berat2pun dari gadget ginian. Aaaaaah!!! Sebel.

Trus, speaking of my previous blog, I think I am quite positive now about pursuing my passion. Semoga jalannya makin dilapangkan, semoga semua cepet terwujud. Sempet down karena sempet ditolak, tapi gue pantang menyerah, masih banyak yang mau terima. *crossing my fingers*

Bakwan Jagung

I just love corn. Mau direbus, dibakar, dibikin bakwan, makan kalengan gitu aja jg doyan. Resep bakwan jagung ini dapetnya belajar dari mama & my nanny. The best among all the recipes that I ever made. That’s what my hubby said 🙂

Bahan:

1 jagung manis, dipipil
1 jagung manis, diparut
2 batang daun bawang, rajang halus
1 batang seledri, rajang halus
1 putih telur
2 sdm terigu
1 sdt maizena
garam, merica, secukupnya

Cara membuat:
Aduk rata semua bahan. Goreng sampai kecoklatan dengan api panas.

Semur Daging

Semur daging yang disukain sama my hubby, semur yang ga terlalu manis dan ga terlalu berbumbu plus sedikit pedes.

Bahan:

350 gr daging sengkel, potong sesuai selera

6 bawang merah, rajang halus

3 bawang putih, rajang halus

2 cabai merah, belah 2

2 buah tomat, potong kotak

Biji pala, sedikit diparut

Garam, gula, merica secukupnya

Kecap manis, sedikit

Kecap asin, sedikit

500 ml air

Cengkeh dan kayu manis, optional.

Cara Memasak:

  1. Tumis bawang merah, bawang putih dan cabai sampai harum dan berubah warna.
  2. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna. Tambahkan tomat dan kecap.
  3. Masak sampai tomat layu, tambahkan air, bubuk pala, garam, merica dan gula.
  4. Setelah mendidih, masak dengan api kecil sampai daging empuk.
Note: Kalau semur betawi, biasa ditambahkan kemiri sangrai, dihaluskan dgn bumbu lain supaya semur menjadi kental. Semur ala gw juga bisa dibikin kental, masak terus aja sampai air tinggal sedikit.